Kelebihan dan Kekurangan Rumah tipe 30/60

Jika anda sedang mencari rumah sederhana di area yang anda inginkan, akan sering sekali menemukan rumah tipe 30 terutama di perumahan yang mengutakamakan harga murah. Kira-kira apa saja sih kelebihna serta kekurangan dari rumah tipe 30 dibandingkan tipe rumah lainya. Berikut yang saya dapat dari beberapa pengalaman orang yang pernah tinggal di rumah tipe 30/60

Kelebihann rumah tipe 30:

  1. Harga paling murah untuk rumah dengan 2 kamar
  2. Mudah untuk mencari penyewa
  3. Cocok untuk investasi
  4. Lebih cocok untuk lansia
  5. Memiliki area belakang yang sedikit lebih luas

Kekurangan rumah tipe 30:

  1. Rumah akan terasa sesak
  2. Sulit untuk keluar kamar ketika ada tamu
  3. Kurang cocok untuk ditinggali jangka panjang
  4. Tidak nyaman untuk kerja dari rumah
  5. Peluasan yang cukup sulit

Untuk dapat memahami kelebihan dan kekurangan dari rumah tipe 30 lebih dalam lagi, anda dapat membaca penjelasan dibawah ini.


5 Kelebihan rumah tipe 30/60

1. Harga yang paling murah untuk rumah dengan 2 kamar.

Tipe 30 adalah tipe dengan dua kamar yang paling kecil. Dibawah tipe rumah 30 adalah tipe rumah 25 yang hanya mampu memiliki satu kamar saja. Jadi jika anda mencari rumah dengan dua kamar, maka tipe 30 adalah pilihan dengan luas terkecil.

Diatas dari tipe 30 adalah tipe 36 yang juga memiliki dua kamar namun pada bagian tengah rumah tipe ini akan terasa lebih luas dari tipe 30.

Jarak harga dari kedua tipe ini cuku bervariatif. Pada pasaran harga Jogja dan Semarang biasanya tipe rumah 30 lebih murah 40-50 juta dibandingkan tipe rumah 36.

Banyak yang memilih rumah tipe 30 karena harga nya yang murah dan cicilanya yang ringan. Untuk pasaran Semarang dan Jogja rumah tipe 30 masih bisa didapatkan dengan cicilan 1,5 jutaan perbulanya.

2. Mudah untuk mencari penyewa yang tetap

Rumah tipe 30/60 cukup diminati oleh orang yang mencari tempat tinggal sementara asalkan lokasinya berada di tempat yang strategis. Rumah tipe 30 adalah salah satu tipe rumah yang memiliki bangsa pasar yang cukup besar baik pekerja atau karyawan, keluarga baru, hingga mahasisawa berminat untuk tinggal di rumah mungil dan compact ini.

Permintaan terbesar untuk rumah tipe 30/60 adalah karyawan dan keluarga baru. Bagi karyawan mendapatkan tempat berisitihat yang nyaman merupakan satu kebutuhan pokok. Oleh karenanya rumah tipe 30/60 menjadi incaran karena bisa menyediakan tempat istirahat yang nyaman dan murah.

Sedangkan untuk keluarga baru rumah dengan satu kamar saja tentunya kurang namun disaat bersamaan keluarga baru akan lebih memilih untuk menekan biaya pengeluaran semaksimal mungkin. Dengan alasan itu rumah tipe 30/60 menjadi salah satu alternatif terbaik bagi keluarga baru.

Mendapatkan penyewa dari kalangan karyawan dan keluarga baru artinya mendapatkan pasar yang lebih stabil tidak seperti mahasiswa. Kontrakann yang banyak di huni oleh mahasiswa cenderung harus terus berganti, perawatan mahal, dan sering kali pulang kampung saat kegiatan kampus berhenti. Contohnya pada banyak kontraktrakan dan kos-kosan yang kosong saat kegiatan belajar mengejar berhenti akibat Pandemi.

3. Cocok Untuk Investasi

Setelah mengerti poin sebelumnya yaitu betapa mudahnya mencari penyewa yang stabil, maka bisa diambil kesimpulan bahwa rumah tipe 30/60 adalah rumah yang sangat cocok untuk investasi. Karena akan mudah untuk mendapatkan pembeli dengan karakter yang stabil dan bertahan lama asalkan rumah tersebut berada di lokasi yang strategis dan mudah di jangkau.

Secara otomatis keuntungan yang di dapatkan oleh seorang investor untuk rumah tipe 30/60 ada dua, yaitu passive income dari sewa bulanan serta kenaikan harga capital gain tanah yang nantinya bisa dijual dengan harga tinggi di 10 tahun kedepan.

Memang uang sewa untuk tipe rumah ini tidak terlalu besar namun keuntungan besarnya bukan pada sewa perbulan melainkan kenaikan harga lahan untuk dijual 10 tahun mendatang atau disebut juga capital gain. Baik uang sewa ataupun capital gain bisa dinikmati oleh investor, menjadikan alasan kuat banyak investor yang mencari rumah tipe kecil seperti tipe 30/60.

4. Beli sendiri cocok untuk Lansia

Rumah tipe 30/60 memiliki karakter yang compact untuk ukuran yang tidak terlalu besar. Dengan memiliki dua kamar satu kamarnya bisa difungsikan tempat tidur orang tua dan satunya lagi bisa untuk anak atau keluarga yang sedang berkunjung.

Pada bagian tengah rumah yaitu bagian tengah karena dapur, ruang tamu, dan ruang keluarga tergabung dalam satu ruang. Untuk ke Toilet pun dekat dan tidak terlalu jauh. Bagian belakang rumah yang agak besar bisa digunakan untuk bersantai dan berjemur.

Orang tua yang menghuni rumah juga tidak terlalu capek dalam hal bersih-bersih rumah.

5. Memiliki area belakang yang sedikit lebih luas

Pada umumnya rumah dengan ukuran kecil seperti tipe 30/60 juga dibangun di atas tanah yang ukuranya kecil. Pengembang atau Developer memiliki kecenderungan untuk memaksimalkan penggunaan lahan sehingga rumah dapat dijual dengan harga lebih tinggi. Artinya luas tanah 30/60 yang kecil biasanya juga memiliki lahan belakang yang kecil.

Namun beberapa perumahan sengaja menyediakan rumah dengan tipe 30 walaupun lahanya masih bisa dikelola untuk tipe rumah yang lebih besar lagi. Dalam kasus seperti ini maka penghuni rumah tipe 30/60 akan memiliki lahan bagian belakang rumah yang lebih besar.

Area belakang rumah yang agak besar ini tentu akan sangat disukai oleh orang tua atau lansia. Karena dapat bersantai di belakang rumah tanpa gangguan. Ditambah kebutuhan orang tua untuk berjemur dipagi hari akan semakin nyaman dengan adanya area belakang yang agak luas.


5 Kelebihan rumah tipe 30/60

1. Rumah akan terasa sesak

Pada rumah tipe 30 biasanya mengganbungkan Dapur, Ruang keluarga, dan tempat makan pada satu ruangan dengan ukuran sebesar kamar 3 m x 3m. Tentu akan sangat terasa sekali sesak dan tidak kondusifnya dalama ruangan tersebut.

Gambar diatas menunjukkan ruang tengah yang sesak karena digunakan sebagai banyak fungsi. Ruang menerima tamu, ruang interaksi keluarga, bahkan dapur pun harus di ruang yang sama .

Kondisi ini akan diperparah ketika sudah memiliki anak dan mulai tumbuh besar. Karena kebutuhan akan ruang untuk interaksi keluarga semakin tinggi namun tidak sesuai dengan ketersediaan ruang di rumah.

2. Sulit untuk keluar kamar ketika ada tamu

Kondisi kamar yang pintunya langsung menghadap ruang tengah akan menjadi masalah ketidak nyamanan terutama ketika ada tamu datang ke rumah. Karena ketika ada tamu di rumah maka orang yang berada di dalam kamar akan merasa tidak enak untuk keluar masuk rumah.

Masalah seperti ini sebenarnya masih bisa di akali dengan menjadikan teras sebagai ruang tamu. Memiliki teras dengan ukuran 2 meter x 3 meter sudah cukup untuk menjadikan teras anda ruang tamu. Sehingga pada bagian tengah rumah akan merasa lebih nyaman.

3. Kurang cocok untuk ditinggali jangka panjang

Kedua masalah tersebut tentunya akan menjadi rentetan masalah jangka panjang yaitu kurang nyamanya rumah jika untuk ditinggali jangka panjang. Karena semakin lama tentu kebutuhan ruang akan semakin meningkat. Kebutuhan yang bertambah seperti kebutuhan kamar serta kebutuhan ruang keluarga sebagai tempat interaksi antar keluarga.

Alasan tersebut yang menjadikan saya selalu merekomendasikan kepada pembeli rumah tipe 36 daripada tipe 30 seandainya ada opsi tersebut di perumahan yang sama. Karena jarak harga yang tidak terlalu jauh namun berdampak besar pada kebermanfaatan jangka panjang.

4. Tidak nyaman untuk kerja dari rumah

Artikel ini ditulis disaat masih masa PPKM untuk pemulihan Indonesia untuk keluar dari zona merah, artinya sudah 1,5 tahun berlalu sejak pandemi pertama kali muncul dan sekarang masih belum bisa sembuh seutuhnya. Padahal pandemi menuntut kita untuk dapat bekerja dan tetap produktif meskipun dari rumah.

Tidak terbayang betapa sumpeknya bagi mereka yang harus tetap produktif di rumah yang kecil. Ditambah jika kondisinya sudah memiliki anak dengan usia balita yang sering berlarian kesana dan kemari.

5. Perluasan yang cukup sulit

Salah satu alasan orang dalam membeli rumah tipe 30/60 dibanding tipe lain karena berfikir dapat membesarkan rumahnya ketika sudah memiliki uang di kemudian hari. Menurut saya hal ini akan sangat sulit di implementasikan terutama di rumah tipe 30/60.

Perluasan yang bisa anda lakukan dengan tipe rumah ini adalah dengan:
a. Memisahkan ruang tamu ke area Teras
b. Dapur diletakkan diluar


Tipe 30 yang dipaksakan:

Akhir-akhir ini mulai berkembang model denah tipe 30 yang merupakan bentuk mini dari rumah tipe 36. Hal ini disebabkan banyak orang yang mulai sadar dengan adanya kekurangan pada rumah tipe 30 ini. Namun bagaimana mungkin rumah tipe 30 bisa mengikuti denah tipe 36? Hal ini bisa dilakukan namun cukup dipaksakan.

Recent Posts